Sabtu, 01 Oktober 2011

Laporan Kimia (Sifat Kologatif Larutan)

” Sifat Kologatif Larutan ”



A.                TUJUAN

Memahami sifat kologatif larutan.

B.                 TEORI

Sifat koligatif  larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya tergantung pada konsentrasi zat terlarut. Kosentrasi larutan yang digunakan pada sifat koligatif larutan adalah molaritas, fraksi mol, dan molalitas.
·         Molalitas (m)
Suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan banyakanya mol zat terlarut dalam 1000gram (1kg) pelarut.
                             



·         Fraksi mol
Suatu beasaran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol larutan.
           





·         Molaritas
Suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan banyakanya mol zat terlarut dalam tiap 1 liter larutan.

     











Sifat koligatif larutan terdiri atas penurunan tekanan uap (∆P), kenaikan titik didih (∆Tb), penurunan titik beku (∆Tf) dan tekanan osmotic (л). Tetapi dalam pratikum ini kami hanya menjelaskan mengenai kenaikan titik didih dan penurunan titik beku saja.

·         Kenaikan titik didih (∆Tb)
Naiknya temperature pada saat tekanan pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan udara luar (tekanan yang diberikan pada permukaan cairan).
∆Tb = m x Kb
                  ∆Tb = titik didih larutan – titik didih pelarut

     Keterangan :
            ∆Tb = kenaikan titik didih (oC)
            m    = molalitas larutan
            Kb  = konstanta kenaikan titik didih molal

·         Kenaikan titik beku (∆Tf)
Turunnya temperature pada saat mulai terbentuk endapan (membeku).
∆Tf = m x Kf
∆Tb = titik beku pelarut – titik beku larutan

     Keterangan :
            ∆Tf = penurunan titik beku (oC)
            m    = molalitas larutan
            Kf  = konstanta penurunan titik beku molal

Perhitungan Berdasarkan Teoritis
Penurunan Titik beku

Kenaikan Titik Didih


C.                ALAT DAN BAHAN

·         Alat :                                                   ~          Bahan :

1.      Tabung Reaksi dan raknya                  1.        Urea (Co(NH2)2
2.      Termometer                                         2.        Garam dapur (NaCl)
3.      Gelas ukur                                           3.        Garam dapur kasar
4.      Neraca                                                 4.        Es batu
5.      Gelas kimia plastic                              5.        Aquades
6.      Gelas kimia kaca
7.      Pengaduk
8.      Pemanas Bunsen

D.                LANGKAH KERJA

Penurunan Titik beku larutan
1.      Timbang 3 gram urea dan 3 gram NaCl !
2.      Larutkan 3 gram urea dalam 50 ml akuades dan gram urea dalam 25 ml akuades !
3.      Larutkan 3 gram NaCl dalam 50 ml akuades dan 3 gram NaCl dalam 25 ml akuades !
4.      Isilah gelas kimia plastic dengan es batu sampai sepertiga tingginya !
5.      Masukkan 8-10 sendok makan garam dapur kasar, kemudian aduklah !
6.      Siapkan 5 buah tabung reaksi, isilah dengan akuades, larutan urea, larutan NaCl masing-masing 5 ml !
7.      Aduklah campuran pendingin (dalam gelas kimia plastic), masukkan pengaduk gelas ke dalam akuades di tabung 1 dan gerakkan naik turun sampai semua akuades dalam tabung membeku !
8.      Keluarkan tabung 1 dan gerakkan naik turun sampai semua akuades dalam tabung mencair sebagian, kemudian angkat pengaduk kaca, ukurlah suhunya dengan termometer  sambil digerakkan naik turun ! Catatlah suhu campuran air dan es dalam tabung 1 tersebut !

Kenaikan titik didik larutan
1.      Ulangi langkah kerja nomor 1 sampai 3 dan 6 diatas !
2.      Nyalakan bunsen dan panaskan tabung 1 yang berisi akuades sambil digerakkan naik turun dan ukurlah suhunya dengan thermometer ! Catatlah suhu pada saat air dalam tabung 1 mendidih !
3.      Ulangi langkah kerja nomor 2 dengan larutan urea dan larutan NaCl!










E.                 HASIL KERJA

Penurunan Titik Beku

Kenaikan Titik Didih

F.                 ANALISA HASIL

kemolalan → suatu konsentrasi larutan yang menyatakan jumlah mol zat yang terlarut dalam 1000 gram pelarut.






·         3 gram Urea dan pelarut 50 ml air (Mr Urea= 60)
50 ml = 50 gram







·         3 gram Urea dan pelarut 25 ml air (Mr Urea= 60)
25 ml = 25 gram




·         3 gram NaCl dan pelarut 50 ml air (Mr NaCl= 58,5)
50 ml = 50 gram
           




·         3 gram NaCl dan pelarut 25 ml air (Mr NaCl= 58,5)
25 ml = 25 gram





            Selisih titik didih air dan Larutan

·         3 gram Urea dan pelarut 50 ml air

  92oc   -           92oc = 0oc
Titik didih air
Titik didih air
 





·         3 gram Urea dan pelarut 25 ml air

  93oc   -           92oc = 1oc

·         3 gram NaCl dan pelarut 50 ml air

  95oc   -           92oc = 3oc

·         3 gram NaCl dan pelarut 25 ml air

  96oc   -           92oc = 4oc







Selisih titik beku air dan Larutan

·         3 gram Urea dan pelarut 50 ml air

Titik didih airTitik didih air5oc - (-4)oc = 9oc






·         3 gram Urea dan pelarut 25 ml air

5oc - (-6)oc = 11oc

·         3 gram NaCl dan pelarut 50 ml air

5oc - (-7)oc = 12oc

·         3 gram NaCl dan pelarut 25 ml air

5oc - (-9)oc = 14oc

G.                PERMASALAHAN

1.      Bagaimana perbandingan titik beku dan titik didih larutan dengan titik beku dan titik didih pelarutnya ?
Jawab :



2.      Bagaimana pengaruh kemolalan urea tehadap titik beku dan titik didih larutannya ?
Jawab :

Urea adalah larutan non-elektrolit. Suatu larutan non-elektrolit sangat di pengaruhi oleh suatu kemolalan larutan.  Apabila kemolalan suatu larutan besar maka titik beku dan titik didih larutannya pun akan membesar. Dama arti, titik didih semakin memanas dan titik beku semakin mendingin.


3.      Bagaimana pengaruh kemolalan NaCl terhadap titik beku dan titik didih larutannya ?
Jawab :

NaCl adalah larutan elektrolot kuat. Suatu larutan elektrolit dipengaruhi bukan hanya oleh kemolalan suatu larutan tetapi fak tor Van’t hoffpun harus diperhitungkan juga. Sehingga kemolalan bukan merupakan satu-satunya factor terpenting untuk menentukan titik beku dan titik didih larutannya.

4.      Untuk dua larutan dengan kemolalan yang sama, yaitu larutan urea dan NaCl, bandingkanlah pengaruh keduanya terhadap penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutannya ?
Jawab :

Apabila terjadi kemolalan yang sama, tetapi larutannya berbeda. Maka kita harus memperhatikan larutan itu bersifat elektrolit atau non-elektorolit. Urea adalah larutan non-elektrolit dan NaCl adalah larutan elektrolit. Sehingga NaCl akan lebih besar penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutannyan daripada Urea. Hal ini dikarenakan oleh factor Van’t Hoff yang digunakan apabila larutan itu bersifat elektrolit. Factor Van’t Hoff akan memperbesar suatu titik didih dan titik beku suatu larutan.

H.                KESIMPULAN

Dari pratikum yang telah kami lakukan, kami dapat menarik kesimpulan bahwa sifat koligatif suatu larutan dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu

1.      penurunan tekanan uap (∆P),
2.      kenaikan titik didih (∆Tb),
3.      penurunan titik beku (∆Tf) dan
4.      tekanan osmotic (л).

Pada penurunan tekanan uap jenuh menggunakan fraksi mol, pada kenaikan titik didih dan penurunan titik beku digunakan molalitas sedangkan tekanan osmosis digunakan molaritas. Sehingga untuk dapat menentukan penurunan tekanan uap (∆P),kenaikan titik didih (∆Tb), penurunan titik beku (∆Tf) dan tekanan osmotic (л) kita harus mengetahui juga bagaimana cara menentukan fraksi mol, molalitas dan molaritas. Dan selain molalitas, untuk mengetahui kenaikan titik didih (∆Tb) dan penurunan titik beku (∆Tf) kita harus dapat mengetahui juga larutan itu bersifat elektrolit atau non-elektrolit agar kita dapat mencari factor Van’t Hoffnya. Dalam larutan non-elektrolit sifat kemolalan sangat berperan penting dalam menenetukan (∆Tb) dan (∆Tf). Apabila kemolalan besar, maka (∆Tb) dan (∆Tf) akan ikut membesar, dalam arti (∆Tb) semakin panas dan (∆Tf) semakin dingin. Sedangkan larutan elektrolit tidak hanya kemolalan yang diperhitungkan tetapi factor Van’t Hoffpun ikut diperhitungkan juga.

Dan sifat larutan koligatif ini hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut. Dan Cara yang digunakan untuk menentukan jumlah partikel zat terlarut dalam larutan dikenal sebagai konsentrasi  larutan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar